Tampilkan postingan dengan label Goresan Pena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresan Pena. Tampilkan semua postingan

Serambi Mekkah, Seindah Namanya kah?


Serambi mekkah..
Begitu indah sebutan ini untuk sebuah negeri kecil di ujung bumi Indonesia sana.
Namun, Serambi mekkah  seindah namanyakah?

Aku adalah dara yang dilahirkan ditanah sana..
Karenanya ada bangga dan  kecewa.

Aku mau berbagi sedikit  rasa bangga ini kepada para saudara
Disana adat dan agama dijunjung rata.
Erat ikatan saudara karena selalu dibina
Muslimah cantik-cantik karena tudung melekat di kepala.
Alam pun indah tak ada duanya...
Tanah masih luas kaya dengan sumber alamnya.

Lantas apa yang membuat si dara ini kecewa?

Tak banyak sebenarnya..
Hanya keheranan saja lewat tanya dan cerita orang.
Kenapa ganja paling banyak dihasilkan disana?
Bukankah agama jadi ciri khas semboyannya?
Kenapa pemuda-pemudi banyak yang kabur ke luar negeri?
Tak betahkah, atau kurang sejahterakah d?
Tudung tertutup rapat, tapi jalan berdua pegangan tangan erat.

Ah, tidak sepatutnya memang kekecewaan ini harus kuungkap, tapi..

Aku pun lelah menjawab.

Bagaimana menurut saudaraku , tuan rumah di serambi mekkah?patutkah aku kecewa karena tanya dan cerita mereka,orang-orang yang tahu lewat dunia maya dan layar kaca, dan mereka yang pernah tinggal disana.?

Rindu serambiku,

Persembahkanlah yang Terbaik


Sebelum semuanya menjadi cerita.
Sebelum semuanya berbekas menjadi jejak.
Sebelum semuanya menjadi bingkai kenangan.
Sebelum semuanya menjadi guru yang bernama pengalaman.
Sebelum semuanya menjadi nyata yang tak tersisa karena termakan usia.
Sebelum perpisahan menyapa setiap fase dari hidup kita...
Sebelum hari itu datang, saat ini biarlah kesempatan menjadi inspirasi.

Biarlah tantangan menjadi motivator sejati.

Sebelum hari itu tiba, kawan. Biarlah kawan, saat ini kita berbagi
Berbagi apapun selama kita mampu.

Agar kelak ada cerita yang indah yang bisa kita ceritakan pada orang-orang sekitar kita.
Agar kelak ada jejak yang berbekas indah terpampang dihati orang-orang yang kita tinggalkan.
Agar kelak ada sebuah bingkai cinta  yang dipajang di hati orang-orang yang kita cinta.
Agar kelak kita punya guru yang memandu kita dalam sesi jejak kehidupan berikutnya.

Saat ini, ketika masih ada kesempatan sebelum datang perpisahan..
Persembahkanlah yang TERBAIK..

Semoga Allah membalasnya dengan Indah pada waktuNya. 

“ Jalan ini hanya kita lewati sekali, maka tinggalkanlah jejak-jejak yag berarti sebagai tanda syukur kita kepada Ilahi “


Merangkai Cita dengan Cinta

Pemuda Indonesia


Wahai  pemuda, lihatlah  dunia
Tajam matanya menatap bangsa kita
Entah apa yang akan diinginkannya
Tapi, lihatlah sekali lagi. Dunia menyapamu.
Akankah kau diam saja tanpa pesona?
Akankah kau diam saja tanpa jejak di permukaannya?
Bersegeralah menyambutnya dengan karya.
Agar dia percaya engkaulah pemuda
Yang semangat karyamu tak mengenal batas usia.

Dua Jiwa


Ada 2 jiwa dalam tubuh ini
jiwa malaikat dan syaitan
kadang jiwa malaikat ini ragu dengan kebaikannya.
Apakah ini hanya pura atau rela
Kadang jiwa syaitan ini ragu dengan keburukannya
Apakah ini rela atau pura
Kedua-duanya pun tak tahu makna ikhlas itu.
Kedua-duanya pun tak tahu sampai dimana kemunafikan itu.
Tapi, kedua-duanya bisa memberikan pengakuan kebaikan dan kemunafikan jiwa yang lain.
Ironi..

@mencari arti perbuatan. Pura atau rela. 221013


Maafkan Pengombalanku ini.


Ya Rabb..
Engkau Maha Mendengar..
Tentu setiap saat Kau mendengar desir bibir ini mengatakan cinta untuk-Mu.

Setiap saat pula hati ini membisikkan kata cinta ditelingaku.
Tapi...ya Rabb..
Enggkau Yang Maha Melihat.
Sungguh..aku mengakui dengan segala ke tidakberdayaanku...bahwa aku penggombal.
Kalimat cinta itu hanya sekedar kata-kata tanpa bukti nyata.
Apa yang aku lakukan tidak  mencerminkan cinta yang seharusnya.

Ya Rabb..
Tanpa kuungkapkan pun tentu Kau Maha Tahu.
Sebab itu..berulangkali...berulang janji..berulang pengkhianatan ini. Maafkanlah...

Dengan ketidaksempurnaan hati yang ternodai..
Dengan kekurangan cinta padaMu ya Ilahi Rabbi..
Dengan keterbatasan aku mengeja kasih sayangMu.

Maafkan aku....maafkan penggombalan kata-kata cinta dari hati yang terbagi ini.



@Memaknai cinta bukan sekedar deretan kata